Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Siswa Tak Lulus SPMB SMP Negeri Akan Diarahkan ke SMP Swasta

145
×

Siswa Tak Lulus SPMB SMP Negeri Akan Diarahkan ke SMP Swasta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Anak Harus Sekolah, inilah semboyang yang terus didengungkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sualwesi Selatan dan Kota Makassar. Tujuannya sudah pasti agar anak-anak di kota ini mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan.

Sorot Media- Makassar, 24 Mei 2025 – Dinas Pendidikan Kota Makassar memastikan bahwa seluruh siswa lulusan SD yang tidak tertampung di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri melalui jalur Sistem Penerimaan Siswa Baru  (SPMB) 2025 tidak perlu khawatir. Mereka akan diarahkan dan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke SMP swasta.

Example 300x600

Kebijakan ini diambil sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan daya tampung SMP Negeri yang setiap tahunnya selalu melebihi jumlah pendaftar. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie,  dalam keterangannya, menjelaskan bahwa sistem penerimaan siswa baru tahun 2025, seyogyanya tidak meninggalkan problematik ditengah-tengah masyarakat khususnya para orang tua yang anaknya mendaftar masuk di smp negeri. 

“Kami memahami kekhawatiran orang tua dan siswa yang tidak lolos di SMP Negeri. Oleh karena itu, kami sudah menyiapkan skema agar tidak ada satupun anak yang putus sekolah karena kendala daya tampung,” ujarnya. “Semua siswa yang tidak tertampung di negeri akan kami arahkan ke SMP swasta yang telah bekerja sama dengan kami.” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar.

“Kami sedang berkoordinasi dengan pemerintah kota dan pihak swasta untuk mencari formula terbaik agar biaya bukan menjadi penghalang bagi siswa yang tidak mampu untuk tetap bersekolah di swasta,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, jika nantinya casis (calon siswa) yang tidak lolos masuk ke smp negeri maka pihaknya akan menghimbau agar para casis tersebut masuk ke sekolah-sekolah swasta.

“Menurutnya, sekolah-sekolah swasta tidak kalah dengan sekolah negeri, dan banyak sekolah-sekolah swasta yang berkualitas serta gratis. Jadi tentunya masyarakat (orang tua) tidak perlu lagi khawatir anaknya tidak bersekolah lantaran tidak memiliki biaya”.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi orang tua dan memastikan bahwa seluruh anak usia sekolah di Makassar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tanpa terkecuali. Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme pendaftaran dan sekolah swasta yang tersedia akan diumumkan setelah proses SPMB SMP Negeri selesai.

Langkah yang diambil pihak Dinas Pendidikan kota dengan memasukkan sekolah swasta di sistem SPMB sebagai pilihan ketiga suatu bukti bahwa pihak dinas pendidikan memperhatikan keberadaan sekolah swasta yang dikelolah oleh masyarakat (yayasan). Tidak pernah melupakan keberadaan sekolah swasta yang ikut mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

Tentunya dengan adanya peluang ini, diharapkan sekolah-sekolah swasta tidak lagi kekurangan siswa. Seperti katakan oleh salah seorang Kepala SMP Swasta yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, “ Kami siap menampung siswa yang tidak lolos di sekolah negeri. Beberapa tahun belakangan ini sekolah-sekolah swasta kekurangan siswa lantara adanya sistem zonasi yang berlaku pada saat penerimaan siswa baru.”

Menurutnya, sistem zonasi dan penambahan rombel di sekolah negeri yang membuat sekolah swasta kekurangan siswa bahkan ada yang ditutup lantaran tidak memiliki siswa lagi, ujarnya. “ Semoga ditahun ini dengan berubahnya sistem, maka sekolah swasta akan kebagian siswa” tambahnya.

Amino orang tua yang begitu besar memasukkan anak mereka ke sekolah negeri, bukan dikarenakan sekolah negeri gratis, tetapi karena sarana dan prasarana yang lengkap dengan tingkat kegiatan ekstrakurikuler yang banyak. Di Kota Makassar ada 186 sekolah swasta tetapi yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai tidak sebanyak jumlah tersebut. Belum lagi kegiatan ekstrakurikuler hanya sebatas diatas kertas saja. Dalam artian, kegiatan tersebut hanya menjadi hiasan jadwal tanpa tindak lanjut atau terlaksana.

Tidak dipungkiri banyak sekolah swasta yang memiliki fasilitas tak kalah dengan sekolah negeri tetapi berbayar. Tentunya sekolah swasta yang berbayar sesuai dengan apa yang diberikan kepada siswa. Fasilitas yang lengkap, kegiatan ekstrakurikuler yang dapat membentuk karakter siswa untuk menjadi siswa lulusan yang berdaya saing. Apalagi yang utama pelayanan yang sangat memuaskan kepada masyarakat. 

Apalagi dengan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang benar-benar dapat membuat siswa memiliki keahlian, kapabilitas dan bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Sementara banyak juga sekolah swasta yang hanya memiliki sarana prasarana apa adanya, yang tentunya menjadi pertimbangan buat orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut. Mungkin ini harus menjadi perhatian penuh bagi pihak yayasan yang mengelola sekolah. Jangan hanya mengeluh lantaran kekurangan siswa, tapi harus berpikir bagaimana mengembangkan sekolah yang dibina. Program apa yang harus dilakukan untuk menarik minat masyarakat memasukkan anak- anak mereka. Apalagi negeri ini Menuju Indonesia Emas, tentu ke depannya semakin sarat dengan tantangan untuk memajukan pendidikan.

Example 300250
Example 120x600