Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Tiga Sekolah Rakyat Resmi Dibuka di Kota Makassar

203
×

Tiga Sekolah Rakyat Resmi Dibuka di Kota Makassar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sorot Media-Makassar, 15 Juli 2025 

Kota Makassar hari ini secara resmi membuka dua Sekolah Rakyat (SR) baru, menandai langkah maju dalam upaya meningkatkan akses pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Pembukaan dua SR ini merupakan respons terhadap kebutuhan pendidikan di daerah-daerah padat penduduk dan terpencil di Kota Daeng, memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Example 300x600

Keberadaan Sekolah Rakyat ini menjadi pilar penting dalam mewujudkan cita-cita pendidikan untuk semua. “Kami berkomitmen untuk tidak meninggalkan satu pun anak di Makassar tanpa akses pendidikan. Sekolah Rakyat ini akan menjadi jembatan bagi mereka yang mungkin memiliki keterbatasan akses ke sekolah formal, namun memiliki semangat tinggi untuk belajar,” ujar Nur Alam. Kepala Sentra Wirajaya Makassar.

Sebanyak 150 calon siswa telah diverifikasi untuk mengikuti program pendidikan gratis ini. Mereka terdiri dari 100 siswa laki-laki dan 50 siswa perempuan yang berasal dari keluarga prasejahtera, termasuk kategori miskin ekstrem. Proses seleksi dilakukan secara ketat, termasuk kunjungan ke rumah (home visit) oleh petugas Kemensos dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Dua SR yang baru dibuka ini berlokasi strategis untuk menjangkau komunitas yang membutuhkan:

  • Sentra Wirajaya, Makassar di Kecamatan Panakkukang, yang akan melayani anak-anak dari keluarga kurang mampu dan pekerja informal di sekitar wilayah tersebut.
  • Balai Pelatihan Kemensos di Jalan Bung.
  • Gedung BPSDM Sulawesi Selatan

Menurut dia, siswa yang masuk ke SR ini sudah melalui proses verifikasi ketat, termasuk home visit oleh petugas dari Kemensos dan pendamping PKH.

Khusus di Sulsel, lanjut dia, terdapat 15 titik SR yang tersebar di kabupaten dan kota di Sulsel. Untuk wilayah Makassar ada dua titik yakni di Sentra Wirajaya dan juga Balai Pelatihan Kemensos di Jalan Bung.

Selama tiga tahun, para siswa akan tinggal di lingkungan asrama dengan aktivitas pagi hingga sore berupa kegiatan akademik, sedang malam hari diisi dengan pendidikan karakter.

“Sekolah ini beda karena berbasis asrama. Jadi, siang malam ada kegiatan. Misalnya malam hari, ada kegiatan mengaji untuk siswa muslim. Ini semua didesain untuk membentuk karakter anak yang kuat,” jelas Nur Alam.

Sementara itu untuk Tenaga pengajar untuk SR tersebut sebanyak 13 guru dari Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang sudah tersertifikasi ditambah masing-masing seorang Wali Asrama dan operator sekolah.

Selain tenaga guru bantu juga dari tenaga profesional dari Sentra Wirajaya sebanyak 16 orang, termasuk petugas keamanan lingkungan sekolah.

Seluruh tenaga pengajar merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah tersertifikasi. Selain kemampuan akademik, seleksi pengajar juga mempertimbangkan empati dan kepedulian terhadap anak-anak dari latar belakang rentan.

“Kami pilih guru-guru yang tidak hanya pintar, tapi juga punya empati tinggi. Karena anak-anak yang kami didik ini bukan anak biasa, mereka butuh pendekatan yang lembut dan memberdayakan,” pungkasnya.

Kedua SR ini akan menerapkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, menekankan pada pendidikan dasar literasi, numerasi, serta keterampilan hidup. Selain itu, tenaga pengajar yang ditugaskan di SR ini merupakan individu-individu yang telah dilatih khusus untuk pendekatan pendidikan yang adaptif dan inklusif.

Pembukaan SR ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ibu Aminah, salah seorang warga Ujung Tanah, mengungkapkan rasa syukurnya. “Anak saya akhirnya bisa sekolah dekat rumah. Dulu harus menyeberang dan biayanya juga berat. Sekarang lebih mudah dan ringan,” katanya dengan mata berkaca-kaca. Walaupun merasa berat melepas anaknya untuk diasramakan, tapi Bu Amin merasa dengan keberadaan SR ini sangat membantu bagi mereka yang memang berekonomi lemah.

Dengan dibukanya dua Sekolah Rakyat ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat terus memperluas jangkauan pendidikan, memberikan harapan baru bagi masa depan anak-anak Makassar, dan secara bertahap mengurangi angka putus sekolah di kota ini. Ini adalah langkah konkret menuju Makassar yang lebih cerdas dan berkeadilan dalam pendidikan.

Sehubungan dengan mulainya beroperasi SR di Kota Makassar, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik Program Sekolah Rakyat. Ia pun siap menyediakan gedung dengan kapasitas 400 orang untuk Sekolah Rakyat.

“BPSDM memang (pelatihan) Sumber Daya Manusia, saya ingin memanfaatkannya untuk (Sekolah Rakyat bagi) masyarakat saya terutama yang membutuhkan,” kata Andi.

Di luar Kota Makassar, dua sentra Kemensos lain, yakni di Takalar dan Gowa juga akan menyelenggarakan Sekolah Rakyat. Total ada empat titik di Sulsèl mulai tahun ajaran 2025/2026, dan ada penambahan satu titik di BPSDM. ( Tim Redaksi )

Example 300250
Example 120x600