SUARACIKAS.MY.ID – TAKALAR :
Soal sampah bukan hanya ada dikota besar/ metro politan atau kota kabupaten, di desapun mulai meresahkan.
Masyarakat masih perlu ditingkatkan kesadarannya tentang bagaimana cara menangani sampah rumah tangga yang baik, karena sampah adalah sumber polusi dan penyakit.
Seperti halnya Tumpukan sampah ditemukan di bahu Jalan Poros Topejawa–Cikoang, tepat di wilayah perbatasan Desa Topejawa dan Desa Banggae.
Sampah rumah tangga tersebut, dibuang di area yang bukan merupakan tempat pembuangan resmi, sehingga mencemari lingkungan serta merusak keindahan kawasan sekitar.
Warga setempat menduga sampah tersebut berasal dari warga luar Desa Topejawa, warga yang tidak bermoral memanfaatkan lokasi perbatasan desa.
Karena kondisi yang sepi dan minim penerangan, terutama pada malam hari sehingga mereka memanfaatkan kesempatan membuang sampah.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Desa Topejawa telah memasang lampu penerangan jalan di titik tersebut.
Upaya ini M, diharapkan dapat meningkatkan pengawasan, menekan aksi pembuangan sampah sembarangan, serta memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
Masyarakat berharap, pemasangan lampu ini dibarengi dengan pengawasan berkelanjutan dan kerja sama antar desa, agar persoalan sampah di wilayah perbatasan tidak kembali terjadi.
Walaupun pemerintah dari kedua desa yang berbatasan mengeluarkan dana, misalnya menambah lampu penerangan di lokasi tersebut kalau warga tidak menyadari akan polusi, maka buang sampah sembarangan tetap mereka lakukan,
Diharapkan, ada sosialisasi polusi dan bahaya membuang sampah sembarangan, bahkan diharapkan pula ada Sanksi denda melalui Perdes sebagai efek jera.
Demikian ditegaskan oleh salah seorang Aktivis pemerhati lingkungan.
EDTOR : Nastar



















