SUARACIKAS.MY.ID – GOWA :
Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gowa Sulsel, kembali melakukan inovasi dengan mendorong pengurus masjid, dalam hal ini Imam dan Marbot untuk memiliki keterampilan baru melalui budidaya cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus.
Para Imam dan Marbot tersebut, mendapatkan pencerahan terkait cara merawat, menyortir dan memproduksi melalui media tanam pohon cabai.
Ketua DMI Kabupaten Gowa, Dr.H.Hasan Hasyim mengatakan, kegiatan ini untuk menumbuhkan jiwa wira usaha di kalangan pengurus Masjid agar memiliki penghasilan tambahan diluar aktivitas keagamaan sehari-hari.
“Jadi, budidaya cacing tanah inj merupakan pelatihan berbasis wira usaha. Dan ini, merupakan yang baru pertama dilakukan di Indonesia,” ungkapnya.
Selain itu, harap Haji Hasan, nantinya setiap Masjid diwajibkan melakukan budidaya tanam cabai.
Tentunya, jelasnya lagi, akan diatur mekanisme distribusi kebutuhan Jamaah Masjid, seperti obat, makanan dan kebutuhan lainnya yang semuanya akan beriteraksi dengan produsen yang nauata-nyata Halal Thayyiban.
Sementara itu, Pakar Cacing dari Universitas Hasanuddin, Hj.Zahra Hasyim mengakui budidaya cacing ini memiliki dampak ekonomi yang tinggi.
“Cacing ini didalamnya terkadung asam animo yang jumlahnya besar dan bermafaat bagi kesehatan,” katanya.
Hj.Zahra menyebut manfaatnya, sangat membantu proses penyembuhan penyakit diare, hipertensi dan stroke.
‘Sebuah penelitian di ITB menunjukkan bahwa cacing tanah ini bisa mengatasi tidak terjadinya trombosis pada jantung maupun otak. Jadi, jnk bisa mencegah stroke maupun serangan jantung,” pungkasnya.
Pemimpin Umum : Salju














