Berita

Kapolsek Rappocini dan Kapolsek Mamajang Kolaborasi Mediasi Warga Warga Pasca Tawuran, Situasi Kembali Kondusif

2

Makassar – Polsek Rappocini bersama Polsek Mamajang, pemerintah kecamatan, para Ketua RW/RT, serta tokoh masyarakat memediasi dua kelompok warga yang sebelumnya sempat terlibat tawuran akibat kesalahpahaman.

Mediasi tersebut berlangsung pada Jumat (24/7/2026) dalam suasana penuh kekeluargaan dan menghasilkan kesepakatan damai dari kedua belah pihak.

Kegiatan mediasi dipimpin Kapolsek Rappocini Kompol Ismail, S.E., M.M. bersama Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada Wahyu A.S.T., serta dihadiri Camat Mamajang M. Rizal ZR., S.STP. Hadir pula para Ketua RW/RT dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Rappocini maupun Kecamatan Mamajang sebagai bentuk dukungan terhadap penyelesaian masalah secara damai.

Dalam proses mediasi, kedua belah pihak diberikan kesempatan menyampaikan penjelasan terkait peristiwa yang terjadi sehingga akar permasalahan dapat dipahami bersama.

Pendekatan persuasif dan dialog menjadi langkah utama untuk meredam ketegangan serta mencegah konflik berlanjut.

Kapolsek Rappocini Kompol Ismail menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

“Setiap permasalahan hendaknya diselesaikan melalui musyawarah dengan mengedepankan komunikasi yang baik. Jangan mudah terprovokasi, libatkan aparat pemerintah maupun kepolisian agar persoalan tidak berkembang menjadi tindakan yang dapat mengganggu keamanan,” ujar Kompol Ismail.

Sementara itu, Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada Wahyu A.S.T. mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat silaturahmi dan menjaga komunikasi antarwarga demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama. Mari kita perkuat silaturahmi, tingkatkan komunikasi, dan bersama-sama menjaga wilayah kita agar tetap aman, damai, dan kondusif,” katanya.

Melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, para Ketua RW/RT, serta tokoh masyarakat, kedua belah pihak akhirnya sepakat berdamai, saling memaafkan, dan berkomitmen untuk tidak mengulangi peristiwa serupa di kemudian hari. Kegiatan mediasi pun berlangsung aman, tertib, dan lancar sebagai wujud sinergi bersama dalam menjaga persatuan serta stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Exit mobile version