Sorot Media-Makassar, 3 Juli 2025 – Sejumlah orang tua siswa menggelar aksi demonstrasi di depan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Makassar hari ini. Aksi ini merupakan luapan kekecewaan dan protes terhadap hasil Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) untuk tingkat SMA yang diumumkan belum lama ini. Para demonstran merasa anak-anak mereka tidak lolos masuk ke SMAN 12 Makassar secara tidak adil, meskipun telah memenuhi persyaratan dan memiliki nilai yang memadai.
Aksi demo yang berlangsung sejak pagi hari ini (pukul 06.00 Wita) diikuti oleh puluhan orang tua yang menutup akses jalan menuju ke sekolah. Permintaan mereka agar pihak sekolah dan dinas terkait meninjau ulang proses seleksi. Mereka menduga adanya kejanggalan dalam sistem penerimaan, terutama terkait dengan jalur domisili dan afirmasi. Beberapa orang tua bahkan mengaku bahwa anak mereka yang berdomisili dekat dengan sekolah justru tidak diterima, sementara calon siswa dari luar domisili yang lebih jauh justru lolos.
“Anak saya sudah belajar keras, nilainya bagus, dan rumah kami sangat dekat dengan sekolah. Tapi kenapa tidak lolos? Ada apa ini?” ujar Ibu Ani, salah satu orang tua peserta demo dengan nada geram. “Kami hanya ingin keadilan. Jika memang ada indikasi kecurangan, harus diusut tuntas,” tambahnya.
Pihak SMAN 12 Makassar sendiri hingga berita ini diturunkan memberikan pernyataan resmi terkait aksi demo yang berlangsung. Namun, terlihat beberapa perwakilan sekolah berupaya menenangkan massa dan meminta mereka untuk menyampaikan aspirasi melalui jalur yang lebih teratur. Salah satu staf sekolah menyatakan, sistem yang berlaku pada SPMB ini merupakan sistem yang murni dari juknis dan ketentuan bukan keinginan pihak sekolah.
Pihak sekolah hanya menjalankan apa yang telah menjadi aturan. Dan sistem yang berlaku tahun ini memang berbeda dari sistem tahun-tahun kemarin, semisalnya Jalur Zonasi yang berganti menjadi Domisili yang menekankan nilai Tes Potensi Akademik ( TPA ) yang diambil bukan jarak rumah.
Aksi ini menjadi cerminan dari tingginya persaingan untuk masuk ke sekolah negeri favorit di Makassar, sekaligus menyoroti transparansi dan akuntabilitas dalam sistem penerimaan siswa baru. Masyarakat berharap agar pemerintah provinsi dan dinas pendidikan dapat segera menanggapi keluhan ini dan memberikan penjelasan yang transparan demi menjaga kepercayaan publik.
Berkaitan dengan aksi demo ini, Di tengah aksi demonstrasi orang tua siswa di depan SMAN 12 Makassar hari ini, salah satu tuntutan utama yang disuarakan oleh warga sekitar adalah prioritas bagi siswa yang berdomisili dekat dengan sekolah. Mereka berpendapat bahwa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya jalur domisili, seharusnya lebih efektif dalam mengakomodasi calon siswa dari lingkungan terdekat.
Bapak Rahman, seorang warga yang tinggal tak jauh dari SMAN 12 Makassar dan turut hadir dalam demo tersebut, mengungkapkan kekecewaannya. “Kami berharap anak-anak yang rumahnya dekat sini bisa lebih mudah diterima. Kan tujuan domisili itu memang untuk pemerataan dan mendekatkan sekolah dengan siswa,” ujarnya. “Malah ada yang rumahnya jauh, tapi bisa masuk. Ini kan aneh.”
Tuntutan ini muncul karena banyak orang tua di sekitar SMAN 12 Makassar merasa dirugikan oleh sistem yang ada. Meskipun berada dalam radius yang seharusnya menjadi prioritas domisili, anak-anak mereka justru tidak lolos seleksi. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai implementasi aturan domisili dan transparansi dalam proses verifikasi data domisili.
Warga berharap pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan dapat meninjau ulang kebijakan domisili dan memastikan bahwa siswa yang berdomisili dekat dengan sekolah benar-benar mendapatkan prioritas. Mereka menyarankan adanya verifikasi domisili yang lebih ketat dan transparan untuk mencegah potensi kecurangan atau manipulasi data.
Aksi ini menunjukkan betapa krusialnya jalur domisili dalam sistem SPMB, serta pentingnya komunikasi yang jelas dan transparan dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
Sampai berita ini diturunkan, telah dilakukan pertemuan antara pihak SMA Negeri 12 Makassar dengan beberapa perwakilan orang tua yang melakukan demo dan penutupan akses jalan. Pertemuan berjalan secara alot dan mendengarkan keluhan para orang tua. Keadaan SMA Negeri 12 aman dengan dibukanya kembali akses jalan menuju ke sekolah tersebut. ( Redaksi )
