SUARACIKAS.MY.ID – BANTAENG :
Resah dan sangat meresahkan. ! Itulah aktivitas penambangan yang diduga ilegal, menuai sorotan publik.
Lokasinya, berada di Dusun Pasir Putih Desa Baruga Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng Sulsel.
Sang pengelolanya, diketahui bernama Kahar bin Mangitto.
Bebasnya mengeruk ‘isi perut’ bumi (Galian C) di kawasan permukiman penduduk itu, tidak hanya menuai sorotan dan keresahan warga.
Tetapi, dampaknya jika dilakukan pembiaran maka kegiatan tambang ilegal ini berpotensi terjadinya bencana longsor saat musim hujan dan merusak ekosistem lingkungan sekitar.
Hasil penelusuran Jurnalis SUARACIKAS (Cetak & Online) di lapangan menunjukkan, keluh kesah dan sorotan warga yang enggan melihat permukimannya dirusak alias ‘dicabik-dicabik’ oknum pengusaha demi kepentingan bisnis, memang saatnya untuk dihentikan dan ditindak tegas.
Apalagi, kesal sejumlah warga setempat, sikap sang pengelola tambang ini sangat angkuh dan arogan.
“Kalau ada yang keberatan, silahkan laporkan saja, saya tidak takut,” beber warga bernama Sandang, yang diamini warga lainnya.
Parahnya, setelah ditelusuri lebih jauh, toh akhirnya terkuak atau ketahuan bahwa penambang Kahar berani mengoperasikan alat berat (eskavator) di perkampungan warga karena merasa dekat dengan oknum Kepala Desa Baruga
Bahkan, ditengarai sebagai keluarga sangat dekat berstatus besan, hingga leluasa dan ‘semau gue’ menggali tanah di tengah permukiman warga.
Untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal tersebut, sejumlah warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) maupun pihak berkompeten turun langsung memantau di lapangan.
“Tidak boleh ada pembiaran, tidak boleh ada tebang pilih karena sudah melanggar aturan, tidak mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP). Kegiatan menambang ini, jelas-jelas merusak lingkungan sehingga harus ada teguran dan tindakan tegas,” desak warga dengan mimik kesal.
Benarkah kasus penambangan ilegal yang dilakukan Kahar atas sepengetahuan oknum Kades Baruga ?
Inilah yang coba ditelusur SUARACIKAS di lapangan.
Namun, hingga berita ini tayang, keduanya belum berhasil dikonfirmasi gegara telepon selularnya tidak aktif. (Timred)
